Rabu, 13 April 2011

posting 3

duh anak indonesia lihat Trans7 .... anak suka roko,... anak suka isap bensin.... anak suka arang....... anak yg suka tidur digenangan air..... ada apa ini .teh ????

Jawab :
Hal itu bisa kita sebut dengan Social Problem yaitu,tata kelakuan yang menyimpang dari cultur,hukum, norma, dan agama.
Hal itu terjadi mungkin di karenakan kurangnya pengawasan orang tua sejak dini, sehingga anak menjadi merasa bebas untuk melakukan suatu hal yang di anggap oleh nya itu adalah suatu kesenangan yang akan membuat dirinya senang melakukan hal itu. Orangtua berperan besar di dalam masalah ini, selain orang tua, kita selaku pendidik harus mengingatkan dan memberi arahan yang positif kepada orang-orang yang memang memilki Habit yang aneh.bila hal itu terjadi maka kita dapat melihat rumusan seperti ini 
Masalah Social - habit (kebiasaan) - culture (kebudyaan)- mental  Pirage.

Rabu, 06 April 2011

posting 2

Do you know latent sosial problem ? kunaon aya nukitu jelaskan ! solusina kumaha

Jawab
Because hal-hal yang bertentangan atau berlawanan dengan nilai-nilai masyarakat tidak dihiraukan atau diakui demikian halnya bahwa itu merupakan pola kelakuan menyimpang Time & Place seperti orang yang free sex. Sodat masalah yang dianggap biasa karena dilakukannya berulang-ulang menjadi – HABIT kebiasaan prilaku yang menyimpang ini dilakukan terus menerus sehingga menjadikannya KULTUR kebudayaan yang tidak baik di kebudayaan tersebut membentuk MENTAL yang buruk dan berujung pada penyepelean masalah atau diesbut MENTAL PIRAGE pointer personality.
Solusi dari LATEN SOSIAL PROBLEM yakni melakukan PENDIDIKAN YANG KOMPEREHENSIF pendidikan yang menyeluruh mencerdasakan ES, IQ, SQ dan akhirnya berujung pada pendidikan yang diarahkan kepada pemaknaan

posting 1

Cinta, sayang, kasih kemesraan, pemujaan yang terselimuti nilai, norma dan agama bisa membawa pada kehidupan manusia yang homohumanus adem nih dunia tapi kenyataan terjadi dehumanisasi ( ibu dalang pembunuhan anak, kekasih ) mengapa? Jelaskan.

Jawab

Sebab SELIMUT CINTA AGAMA, NORMA, MORAL dan NILAI terlepassssssssssssssssssssss so berakibat fatal dan mengarah kepada dehumanisasi yakni ibu dalang pembuuhan anak. Cinta kasih, kasih sayang, kemesraan,pemujaan, belas kasihan harus di selimuti oleh CINTA AGAMA, NORMA, MORAL dan NILAI agar mengarah kepada manusia yang HOMOHUMANUS manusia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan  sehingga tidak akan adanya dehumanisasi dalam kehidupan baik di keluarga ataupun masyarakat.

Selasa, 29 Maret 2011

Tugas ke 5

STRATIFIKASI SOSIAL ( PELAPISAN SOSIAL )
Stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertical (bertingkat). Menurut Pitrim A. Sorokin adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).

Ukuran yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sbb:

1.      Ukuran Kekayaan
Kekayaan (materi atau kebendaan) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam system pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya, apakah ia tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan yang rendah. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaiannya maupun kebiasaannya dalam berbelanja.

2.      Kekeuasaan dan Wewenang
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam system pelapisan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Ukuran kekuasaan seing tidak terlepas dari ukuran kekayaan, sebab orang kaya dalam masyarakat biasanya dapat menguasai orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya, kekuasaan dan wewenang dapat mendatangkan kekayaan.

3.      Ukuran Kehormatan
Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang yang disegani akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional bisanya mereka sangat menghormati orang yang banyak jasanya kepada masyarakat para orang tua ataupun orang yang berprilaku dan berbudi luhur.

4.      Ukuran Ilmu Pengetahuan
Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling mengusai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam system pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan. Perluasan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik (keserjanaan), atau profesi yang disandang oleh seseorang, misalnya dokter dsb, namun sering timbul akibat negatif dari kondisi ini jika gelar yang disandang lebih dinilai tinggi dari pada ilmu yang dikuasainya, sehingga banyak orang yang berusaha dengan cara-cara yang tidak benar untuk memperoleh gelar keserjanaan mis dengan membeli skripsi, ijasah palsu dst.

Stratifikasi dapat terjadi dengan sendirinya sebgai bagian dari proses pertumbuhan masyarrakat, juga dapat dibentuk untuk tercapainya tujuan bersama. Factor yang menyebabkan stratifikasi sosial dapat tumbuh dengan sendirinya adalah kepandaian, usi, system kekerabatan dan harta dalam batas-batas tertentu.
Makna stratifikasi sosial adalah kita akan bijaksana dalam menilai orang.